Kiat Menulis Cerita Fiksi






RESUME PERTEMUAN KE 11

Narasumber            : Sudomo, S.Pt

Moderator               : Helwiyah

Penulis                    : Satrianah, S.Pd.I

     Saya adalah seorang penikmat cerita fiksi. dulu sewaktu masih kuliah kalau baca novel sampai tamat, ada novel yang beli sendiri, ada yang pinjam dan sewa. saya kalau lagi baca novel seakan akan saya yang mengalaminya. kalau ceritamya sedih kadang sampai menangis. tapi saya hanya sebatas penikmat, sampai saat saya belum pernah menjadi penulis. maka dari itu saya tertarik untuk mengikuti materi pada malam ini. semoga kedepan saya punya cerpen dan novel sendiri dan dinikmati oleh orang lain.

Kiat Menulis Cerita Fiksi menurut pak Sudomo, S.Pt adalah sebagai berikut:

1. Mengapa harus belajar menulis fiksi?

             Pertama, salah satu aspek yang dinilai dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah         Literasi Teks Fiksi. Dengan belajar menulis fiksi, tentu seorang guru akan lebih mudah membuat         soal latihan AKM bagi murid-muridnya

            Kedua, menulis fiksi merupakan cara asyik untuk menyembunyikan dan menyembuhkan luka.          Dengan menulis fiksi, seorang guru bisa menyuarakan isi hatinya melalui tokoh-tokoh yang                  diciptakannya.

            Ketiga, cerita fiksi merupakan media pembelajaran alternatif yang menyenangkan bagi murid            terutama menyangkut pengembangan karakter dan materi pengayaan.

              Keempat, menulis fiksi bisa menjadi tambahan poin dan koin, terutama jika dikumpulkan                 menjadi sebuah buku.

2.  Apa Saja Syarat Bisa Menulis Fiksi?

             Pertama, komitmen dan niat kuat untuk belajar menulis fiksi, baik melalui postingan blog atau     kompetisi.

                Kedua, kemauan dan kemampuan melakukan riset. Lo, kok, cerita fiksi ada riset juga? Iya,             dong. Tujuannya agar tulisan menjadi lebih nyata. Misalnya, menyangkut latar tempat.

                Ketiga, banyak membaca cerita fiksi karya penulis lain. Hal ini akan memperkaya kosa kata             dan juga menemukan gaya menulis.

                Keempat, mempelajari KBBI dan PUEBI agar cerita yang ditulis sesuai kaidah kebahasaan.

                Kelima, memahami dasar-dasar menulis cerita fiksi.

 3 • Apa Saja Unsur-unsur Pembangun Cerita Fiksi?

            Pertama, tema yang merupakan ide pokok cerita. Kiat menemukan tema adalah yang paling             dekat dengan kita. Bisa saja keluarga atau sekolah. Selain itu, pilih tema yang paling disukai dan             kuasai. Hal ini akan memudahkan dalam menyelesaikan cerita.

             Kedua, premis yang merupakan ringkasan cerita dalam satu kalimat. Unsur-unsurnya terdiri         dari karakter, tujuan tokoh, halangan/rintangan, dan resolusi. Contoh: Seorang penyihir muda                 berjuang melawan penyihir jahat yang akan menguasai dunia. Contoh tersebut adalah premis dari          novel Harry Potter.

             Ketiga, alur/plot yang merupakan struktur rangkaian kejadian dalam cerita. Terdiri dari                   pengenalan       cerita, awal konflik, menuju konflik, konflik/klimaks, dan ending.

             Keempat, penokohan yang merupakan penjelasan selangkah demi selangkah detail karakter             dalam cerita. Bisa digambarkan secara langsung, fisik dan perilaku tokoh, lingkungan, tata bahasa         tokoh, dan penggambaran oleh tokoh lain.

             Kelima, latar/setting yang merupakan penggambaran waktu, tempat, dan suasana.

            Keenam, sudut pandang yang merupakan cara penulis menempatkan diri. Penggunaan sudut              pandang dalam menulis cerita fiksi harus konsisten.

 4 • Bagaimana Kita Menulis Cerita Fiksi?

             Pertama, niat untuk memulai dan menyelesaikan cerita fiksi. Permasalahan yang dihadapi oleh         penulis adalah mengalami kebuntuan ide menyelesaikan tulisan fiksi.

                Kedua, perbanyak membaca cerita fiksi karya orang lain untuk menambah referensi berupa             Ide/gagasan/tema, teknik menulis, pemilihan kata, dan gaya penulisan.

             Ketiga, terkait ide dan genre. Catat segera ide cerita yang terlintas di kepala agar ide tidak                 hilang begitu saja. Pilih genre yang disukai dan kuasai.

        Keempat, outline/kerangka karangan. 

        a. Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi

        b.  Menentukan tema agar pembaca mengerti lingkup cerita fiksi kita

        c.  Membuat premis sesuai tema

        d. Menentukan uraian alur/plot berdasarkan unsur-unsurnya

       e.  Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran watak tokoh dengan                 baik

        f.  Menentukan latar/setting dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail

        g. Memilih sudut pandang penceritaan yang unik

        Kelima, mulailah menulis. 

        Membuka cerita dengan baik (dialog, kutipan, kata unik, konflik)

      a. Melakukan pengenalan tokoh dan latar dengan baik dengan cara memaparkan secara jelas kepada            pembaca

       b. Menguatkan sisi konflik internal dan eksternal tokoh

       c. Menggunakan pertimbangan logis agar tidakcacat logika dan memperkuat imajinasi

       d.  Memilih susunan kalimat yang pendek dan jelas

       e. Memperkuat tulisan dengan pemilihan kata (diksi)

      f. Membuat ending yang baik

        Keenam, lakukan swasunting. 

        Dilakukan setelah selesai menulis;

       a.  Jangan menulis sambil mengedit;

       b. Memfokuskan penyuntingan pada kesalahan pengetikan, pemakaian kata baku dan istilah, aturan             penulisan, ejaan, dan logika cerita;

     c.  Usahakan menempatkan diri pada posisi sebagai penyunting agar tega menyunting tulisan sendiri;

    d.  Jangan lupa menyiapkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan                 Bahasa Indonesia (PUEBI).

        Untuk bisa menghasilkan karya tulisan fiksi yang baik, kuncinya adalah terus belajar, karena dengan terus belajar kita akan seterusnya menjadi pembelajar.

Inilah materi yang dapat saya tangkap pada malam hari ini. kurang maksimal karena kurang enak badan efek cuaca. 

Komentar

  1. Mantap Bunda,lengkap sekali resumenya

    BalasHapus
  2. Semoga setelah ikut pelatihan ini tak hanya sebatas sbg penikmat sastra tapi penulis andal. Aamiin

    BalasHapus
  3. Bagus bunda,lanjutkan sampai selesai pelatihan buktikan dengan buku solo💪💪

    BalasHapus
  4. Petualangan pertama saya dimulai dari baca novel Wiro sableng Bun, jd dah kenal sama pangeran matahari... hehehe koq ngelantur. Tulisannya enak dibaca,Bun. Rapi dan informatif.keren Bun.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengelola Majalah Sekolah

BLOG SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN