Konsep Buku Nonfiksi
Pertemuan ke : 15
Hari/ Tanggal : Jum'at 18 Februari 2022
Narasumber : Musiin, M.Pd
Moderator : Dail Makruf
Penulis : Satrianah, S.Pd.I
Alhamdulillah pada malam ini kita masih diberikan kesempatan untuk berjumpa dikelas belajar menulis dengan materi Konsef Buku Nonfiksi yang akan dipaparkan oleh ibu Musiin, M.pd. Saya sangat tertarik dengan materi ini, dan mulai saat ini saya sudah ada bayangan bisa menerbitkan buku sendiri. Semoga bayangan ini menjadi kenyataan.
Kok saya seperti ibu Musiin, ketakutan yang saya rasakan ketika menulis adalah sebagai berikut:
1. Takut tidak ada yang membaca.
2. Takut salah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.
3. Merasa karya orang lain lebih bagus.
Hal ini seperti apa yang saya rasakan saya selalu takut, takut dan takut akhirnya sampai saat ini belum bisa karya tulis saya yang dibukukuan. mudah-mudahan setelah ini rasa takut akan hilang dan muncul keberanian untuk menulis. amiiin.
Alasan ingin menjadi penulis adalah sebagai berikut:
1. Mewariskan ilmu lewat buku.
2. Ingin punya buku karya sendiri
3. Mengembangkan profesi sebagai seorang guru.
Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:
1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit)
Contoh: Buku Pelajaran
2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses).
Contoh: Buku Panduan
3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antar bab setara)
Proses penulisan buku terdiri dari 5 langkah, yakni
1. Pratulis
2. Menulis Draf
3. Merevisi Draf
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitka
Langkah Pertama: Pratulis
1. Menentukan tema
2. Menemukan ide
3. Merencanakan jenis tulisan
4. Mengumpulkan bahan tulisan
5. Bertukar pikiran
6. Menyusun daftar
7. Meriset
8. Membuat Mind Mapping
9. Menyusun kerangk
Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini.
1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampi lan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3. Pengalaman yang diperoleh sejak bal i ta hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan
Anotomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis
Langkah kedua: Menulis Draf
1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan
Langkah ketiga: Merevisi Draf
1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
2. Memeriksa gambaran besar dari naskah
Langkah keempat: Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)
1. Ejaan
2. Tata bahasa
3. Diksi
4. Data dan fakta
5. Legalitas dan norma
Hambatan-hambatan dalam menulis:
1. Hambatan waktu
2. Hambatan kreativitas
3. Hambatan teknis
4. Hambatan tujuan
5. Hambatan psikologis
Cara mengatasi hambatan untuk menulis. Solusi itu ada di diri kita sendiri.
1. Banyak membaca
2. Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.
3. Disiplin menulis setiap hari.
4. Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis lagi (kebetulan saya hobi memasak)
Inilah materi yang dapat saya tangkap pada malam ini, semoga bermanfaat dan kita bisa menulis sampai bukunya terbit amin.
salam literasi..................
Mantaaap
BalasHapusTambahi poles dikit bungkus jadi solo
BalasHapusSemangat,jangan kasih kendor💪💪
BalasHapusKeren...tetap semangat bundaaa
BalasHapusSemakin keren Bunda Satrianah resumenya, tetap semangat Bunda
BalasHapusKREN, HBT DAN TERUS SEMANGAT YA, BAGUS RESUMENYA MOGA JADI BUKU....
BalasHapus