Teknik Promosi Buku
Pertemuan ke : 28
Narasumber : Akbar Zainudin
Moderator : Widya Setianingsih
Penulis : Satrianah
Alhamdulillah
malam ini kita dapat berjumpa dengan Bapak AKBAR ZAINUDIN, MM. MJW. Seorang
trainer dan motivator nasional, pendiri PT. EMJEWE Training & Coaching
serta perusahaan penerbitan MJW group. Penulis 13 buku motivasi . Buku terbaru
beliau adalah The Power of Man Jadda Wajada. Semacam penyempurnaan dari Man
Jadda Wajada seri pertama. Sudah cetakan ke-13 sudah beredar 55.000 eksemplar.
Dan malam ini akan berbagi ilmu dengan kita tentang “ Teknik Promosi Buku”.
Semoga kita dapat mengikutinya.
Strategi
pemasaran, termasuk buku terdiri dari empat hal, yang biasa disebut sebagai 4P,
yaitu Product (Strategi Produk), Price (Strategi Harga), Place of Distribution
(Distribusi), dan Promotion (Promosi).
Sebelum kita
bahas empat strategi di atas, yang perlu kita lakukan bahkan sebelum menulis
adalah menentukan target audiens atau pembaca kita siapa. Karena strategi untuk
anak-anak tentu saja berbeda dengan strategi untuk remaja, demikian juga untuk
orang tua.
1. STRATEGI PRODUK
Ini sebenarnya lebih banyak menjadi tanggung jawab penerbit. Kita
sebagai penulis lebih banyak memberikan masukan kepada penerbit siapa target
pembaca kita dan apa kebutuhan mereka terhadap buku kita. Dengan demikian,
konsep buku yang akan diterbitkan nanti menyesuaikan dengan kebutuhan dari
target audiens.
2. STRATEGI HARGA.
Menentukan harga buku juga biasanya menjadi tanggung jawab penerbit.
Pada dasarnya penentuan harga buku, ada dua strategi. Pertama, adalah harga
buku secara umum. Dan Kedua adalah buku dijual dengan harga premium (lebih
mahal dibandingkan buku biasa). Harga buku bisa dijual lebih mahal jika
mempunyai nilai tambah dibandingkan dengan buku-buku yang lain. Misalnya hard
cover, ditambah bonus-bonus (voucher seminar, workshop, dan lain-lain)
3. STRATEGI DISTRIBUSI
Distribusi
secara umum dibagi menjadi dua:
Distribusi
tradisional dan distribusi non tradisional.
a. Distribusi tradisional adalah melalui toko-toko buku, baik
toko-toko buku jaringan nasional maupun toko buku lokal.
b. Distribusi non tradisional, di antaranya adalah:
·
Melalui MLM (Multilevel
Marketing)
·
Melalui Penjualan Langsung
·
Melalui
Marketplace/e-Commerce (Lazada, Bukalapak, Tokopedia, Shopee,
4. STRATEGI PROMOSI
Program promosi bisa dilakukan oleh penerbit maupun penulis. Beberapa
program promosi yang dapat dilakukan adalah.
a.
Launching buku
Launching buku. Adalah program untuk meluncurkan buku baru. Bisa di
aula, masjid, lembaga pendidikan, hotel, di mana saja. Yang mengadakan bisa
penerbit maupun penulis. Yang membiayai launching buku siapa? Bisa penerbit,
bisa penulis. Kita perlu meyakinkan penerbit kalau buku kita akan laku, karena
itulah mereka perlu menyelenggarakan program launching buku.
Kalau di Gramedia, di toko-toko buku mereka ada tempat untuk launching
buku. Kita bisa memanfaatkan tempat ini. Jadi kita promosikan acaranya,
tempatnya di toko buku Gramedia.
b.
Bedah Buku
Bedah Buku. Bedah buku adalah acara diskusi untuk membedah isi buku
kita. Bedah buku ini bisa secara online maupun offline. Offline artinya kita
menyelenggarakan bisa bekerjasama dengan berbagai lembaga. Lembaga pendidikan,
perpustakaan, majlis taklim, masjid, dan sebagainya.
Pokoknya, di semua tempat dan situasi yang memungkinkan, kita tawarkan
bedah buku. Berapapun yang hadir, kita selenggarakan terus menerus. Apalagi
sekarang ini eranya digital. Bukan berapa orang yang hadir yang penting, tetapi
direkam lalu diupload di Medsos acara kita. InsyaAllah akan semakin membuat
orang mengenal kita.
Yang lebih mudah sekarang ini adalah bedah buku secara online. Kita
undang orang-orang untuk ikut acara bedah buku bersama kita. Bisa di FB, IG, WA
Grup, Zoom, dan sebagainya.
c.
Melakukan seminar
Melakukan seminar ataupun workshop sesuai dengan tema buku kita. Kalau
saya bukunya motivasi dan menulis. Maka saya secara berkala menyelenggarakan
seminar dan diklat terkait motivasi dan menulis.
Seminar atau workshop ini, pertama-tama bolehlah dilakukan gratis.
Karena target kita adalah mengenalkan buku kepada para peserta. Lakukan secara
kontinyu, misalnya sebulan sekali. Kalau misalnya bisa offline, laksanakan di
sekolah misalnya. Kalau tidak bisa offline, lakukan secara online. Bisa via WA,
Zoom, FB, IG, dan sebagainya.
d.
Membangun komunitas
Membangun komunitas Komunitas yang kita bangun adalah komunitas yang
kita sesuaikan dengan tema buku kita. Kalau buku kita temanya motivasi, maka
kita tuliskan buku-buku tentang motivasi. Buku tentang guru, maka bangun
komunitas guru. Buku tentang menulis, bangun komunitas menulis. Buku tentang
Ice Breaking, bangun komunitas Ice Breaking. Buku tentang bahasa, bangun
komunitas bahasa.
Komunitas membuat kita lebih dekat dengan pembaca sehingga memudahkan
kita untuk menawarkan mereka dalam membeli buku.
Saya sendiri membangun banyak komunitas, ada komunitas guru, menulis,
santri, remaja, bisnis, dan sebagainya. Semua komunitas itu ada bukunya. Saya
share materi-materi yang ada di buku secara berkala, biasanya seminggu sekali,
sehingga anggota komunitasi ini mendapatkan manfaat.
e.
Membangun jaringan reseller
Membangun jaringan reseller. Reseller adalah orang-orang yang mau
menjualkan buku kita dan mendapatkan buku dari hasil yang terjual. Kita berikan
20-30 persen komisi dari harga jual. Misalnya harga jual buku kita Rp 100.000,
kita kasih 20-30%, kita berikan materi-materi yang terkait buku kita, sehingga
lebih mudah bagi mereka untuk menjual.
Dewa Eka Prayoga, berhasil menjual 10.000 buku hanya dalam waktu 2
minggu melalui reseller ini. Tentu resellernya saja puluhan ribu, berbagai
produk. Kalau kita sudah punya jaringan reseller, akan memudahkan kita menjual
buku.
f.
Jualan di marketplace
Buka toko di marketplace (Lazada, Shopee, Bukalapak, Tokopedia, dan
sebagainya). Membuka toko di marketplace akan meluaskan promosi dan distribusi
kita.
Yang penting keberadaan kita dan buku kita ada. Itulah pentingnya ada
di marketplace. Jadi kalau ada orang mencari judul buku kita, bisa ditemukan.
g.
Manfaatkan media sosial
Memanfaatkan media sosial (Medsos) untuk promosi buku. Manfaatkan
sebaik-baiknya followers dan subscriber dengan memberikan informasi tentang
buku. Setiap hari, kita buat status terkait tema buku yang kita tulis, sehingga
orang semakin paham dengan buku yang kita tulis.
Dan jangan setiap hari isinya jualan. Lebih banyak sharing-sharing,
baru selling. Lebih banyak memberikan pengetahuan kepada para pembaca sehingga
mereka merasa ada manfaat menjadi followers kita.
Sharing-sharing apa saja, kalau perlu sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sehingga setiap hari, semakin lama akan semakin ada ikatan dengan pembaca.
Kalau sudah begitu, akan memudahkan kita dalam proses memengaruhi pikiran orang
dalam membeli buku.
Jadi, pada dasarnya kita ini memengaruhi orang agar mereka mau
menjadikan buku sebagai kebutuhan utama. Dan memang, membaca akan banyak
membuka wawasan, pengetahuan, dan pilihan dalam mengambil keputusan.
Dengan bersama-sama membangun kebutuhan akan membaca, maka akan
memudahkan kita dalam proses menjual buku.
Beberapa
keterampilan yang akan membantu proses penjualan buku.
a. Keterampilan berbicara yang baik di depan umum (public
speaking). Agar pada saat kita ada acara ataupun rekaman di Medsos dan YouTube,
menjadi menarik bagi calon pembaca.
b. Kemampuan copywriting (membuat kata menarik untuk promosi dan
penjualan). Ini salah satu keterampilan paling penting untuk menjual pada Abad
21.
c. Pemanfaatan teknologi informasi. Bagaimana memanfaatkan media
sosial seperti YouTube, WA, IG, Facebook, Zoom, Webex, Google Meet, dan
sebagainya. Karena eranya sekarang seperti itu. Kalau kita bisa memanfaatkan
dengan baik, hidup akan lebih mudah.
Mari kita lakukan semua yang bisa kita lakukan. Tidak perlu malu, tidak
perlu berkecil hati, terus disabari, karena suatu saat pasti akan berhasil.
Tugas kita bekerja, biarlah hasilnya kita serahkan kepada Tuhan. Tugas
kita adalah membuat program sebanyak-banyaknya, melakukan promosi
sebanyak-banyaknya, hasilnya biarlah menjadi wewenang Gusti Allah.
Kalau sudah begitu, kita mengerjakan apa saja dengan enak hati. Kalau
ada yang menolak membeli buku kita, kita tidak sakit hati. Sudah capek ngomong,
tidak ada yang beli, biasa saja. Hidup ini terus berjalan, dan kita lakoni
dengan penuh semangat positif.
Yang penting jangan pernah berhenti berusaha. Kalau sudah berhenti
berusaha, sudah pasti akan gagal. Kerja keras memang tidak menjamin kesuksesan,
namun orang-orang yang sukses adalah orang-orang bekerja keras.
Mulai malam ini, rasanya sudah saatnya berhenti kita menganggap diri
kita tidak mampu, tidak bisa. Kita bisa kalau kita yakin bahwa kita bisa. Kita
mampu kalau kita yakin bahwa kita mampu.
Berani saja
mulai menulis. Keberanian memang tidak menjamin kesuksesan, tetapi percayalah
hanya orang-orang berani yang akan sukses.
Menulis itu
tentang keterampilan. Semakin rajin dilatih, semakin hebat tulisan kita.
Berhenti ikut banyak seminar dan pelatihan kalau tidak pernah latihan. Buat
apa?
Buat target,
bikin rencana, jalankan, dan evaluasi. Buat rencana baru lagi, targetkan,
evaluasi lagi. Begitu seterusnya. Gagal? Coba lagi. Gagal lagi? Coba lagi, lagi
dan lagi. Sampai kapan? Sampai berhasil.
Inilah materi
yang dapat saya tangkap pada malam ini, semoga dapat berguna untuk kita
semua.
Keren banget Bunda Satrianah ,tulisannya semakin mantap
BalasHapusSuper komplit👍
BalasHapusMantul ayo bungkus jadi buku
BalasHapus