PROOREADING SEBELUM MENERBITKAN BUKU
Pertemuan ke : 13
Narasumber : Susanto, S.Pd
Moderator : Mulyadi
Hari/ tanggal : Senin/ 14 Februari 2022
Penulis : Satrianah, S.Pd.I
Malam ini adalah pertemuan yang ke 13, materi pada malam ini adalah PROOREADING SEBELUM MENERBITKAN BUKU. Seperti biasanya sebelum kelas dimulai materi yang akan dibahas sudah disampaikan lewat wa grup. Dari siang tadi saya sangat penasaran apa itu Prooreading, jadi saya sangat bersemangat untuk mengikuti materi pada malam ini. dan sekarang rasa penasaran saya sudah hilang ksrena sudah dijelaskan oleh bapak Susanto. Terima kasih pak Susanto.
Begitu melihat profil pak susanto ternyata beliau adalah tetangga saya, saya tinggal di Rejang Lebong sedangkan Beliau tinggal di Musi Rawas. Walaupun beda provinsi tapi kami berdekatan. ternyata ada orang hebat yang bearasal dari daerah kita. Sebab jarang saya temukan baik moderator atau narasumber yang berasal dari sumateta bagian selatan.
Proofreading atau uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan yang bertujuannya untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks. Jadi, dengan melakukan proofreading, kesalahan yang dimaksud di sini termasuk kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata dapat diminimalkan.
Perbedaan editing dengan proofreading
Editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan. Jadi, proofreading tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.
Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang proofreader juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima logika dan dipahami. Jadi, tugas seorang proofreader adalah untuk membuat teks mudah dipahami pembaca dan tidak kehilangan substansi awalnya.
Langkah langkah dalam prooreading:
Langkah Pertama : Merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan atau menghapus seluruh bagian.
Langkah Kedua : Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.
Langkah Ketiga : Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.
Langkah keempat :
1. Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit
2. Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
3. Konsistensi nama dan ketentuannya
4. Perhatikan judul bab dan penomorannya
Inilah materi yang dapat saya tangkap pada malam ini. semoga bermanfaat untuk kita semua, dan semoga semangat untuk menulis tetap terjaga. salam literasi,
Semangat menuju buku solo
BalasHapusBuah dari materi hari ini, resume nya enak dibaca bu. Mantuulll
BalasHapusSemangat bu
BalasHapus