BLOG SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN
Narasumber : Nani Kusmiyati, S.Pd.,M.M., CTMP.
Moderator : Dail Ma,ruf
Penulis : Satrianah
Alhamdulillah
kita masih dapat mengikuti kelas menulis ini, walaupun sudah dipenghujung
pelatihan kita masih tetap semangat. Semoga kita tetap istiqomah dalam menulis.
Sebelum saya
meresume materi dari narasumber kita pada malam hari ini, saya akan menuliskan
pengalaman saya tentang “blog”. Pertama saya mengikuti pelatihan belajar
menulis PGRI, kita sebagai peseta diwajibkan meresume materi dari narasumber. Kalau
hanya meresume bagi saya itu kecil karena kita sudah sering meresume dari zaman
kita sekolah dulu. Yang jadi maslah kita harus meresume materi dari narasumber
di blog, sementara saya sama sekali belum kenal dengan yang Namanya blog.
Pertemuan
pertama saya mengikuti acara dengan sangat antusias. Tetapi dipenghujung acara
saya sangat bingung karena saya tidak bisa menulis di blog dan secara otomatis
saya tidak bisa mengumpulkan tugas. Pertemuan kedua, ketiga saya masih belum
bisa menulis diblog, dan sudah mulai ada niat ingin mengundurkan diri. Dipertemuan
ke empat saya beranikan diri mengirim pesan ke WAG dan saya ceritakan keadaan
saya, ternyata banyak yang mengajari dan memotivasi saya. Sekarang saya sudah
bisa menulis di blog karena bimbingan teman teman semua. Terima kasih atas
motivasi dan dukungan dari semua pihak. Lanjut kemateri mala mini.
Menulis di
blog seperti kita menulis dibuku catatan kita. Berbeda namun memiliki manfaat
yang sama yaitu mengabadikan buah pikiran kita sendiri maupun pelajaran yang
kita dapatkan dari sumber lain. Sumber lain itu dapat berupa buku, digital
book, pengalaman orang lain maupun ilmu yang kita dapatkan dari guru kita,
ketika kita masih belajar di bangku sekolah maupun kuliah.
Saat ini blog
bukanlah sesuatu yang baru karena hampir setiap orang mengenal tentang blog.
Bahkan bertahun-tahun yang lalu para penulis juga kaum akademia menggunakan
blog untuk mengekspresikan ide, pengalaman dan ilmu yang di dapatkannya. Saat ini
blog sangat membantu mengingat kejadian-kejadian yang menarik perhatian saya
baik dimasa lampau atau saat ini.
Jika kita melihat
kejadian yang menarik perhatian, maka segera tulislah di blog. Ketika hendak
menulis, tidak selalu menggunakan laptop atau komputer, namun HP dapat membantu
kita untuk menuliskan poin-point singkat tentang kejadian atau pengalaman yang
menarik untuk diceritakan.
Setelah
memiliki waktu luang barulah kita dapat menuliskannya. Bagaimana jika kita
benar-benar sibuk dan tidak ada waktu menuliskan poin-poin tersebut menjadi
karya yang dapat dinikmati sendiri maupun orang lain?
Dan bagaimana
jika tiba-tiba tidak ada mood untuk menuliskannya? Saya yakin kondisi ini
pernah dialami bapak dan ibu termasuk saya pribadi. Jika kendalanya sibuk
sekali, saya akan berusaha untuk meluangkan waktu untuk menuliskannya walau
hanya penjelasan satu poin saja. Kemudian dikesempatan berikutnya menulis 1
(satu) poin lagi.
Blog dapat
menjadi sarana belajar, terutama belajar writing. Bagaimana menyusun kalimat
yang benar dan menarik hingga menjadi paragraf per paragraf yang memiliki
makna. Sebagai guru, blog dapat menjadi salah satu alternatif di dalam
mengajar.
Beberapa guru
dapat menggunakan google form, whatsApp atau media lain namun jika media
tersebut dapat saling melengkapi akan lebih bagus. Blog dapat menjadi suatu
pilihan sebagai media pembelajaran. Bagi guru blog bisa sebagai media
pembelajaran bagi dirinya sendiri dengan menuliskan inovasi di dalam mengajar
baik berupa teknik mengajar maupun materi ajaran.
Blog adalah
salah satu media aman untuk menyimpan materi pelajaran kita karena tidak akan
terkena virus. Yang terpenting tidak lupa nama blog dan password-nya. lupa
password masih bisa dipulihkan melalui email atau no Hp kita. Karena blog
bersifat umum atau dapat dibaca orang lain, sebaiknya kita pandai memilih
materi mana yang boleh dibaca orang lain. Jika guru memiliki soal-soal dan
dianggap masih bersifat konfidensial atau rahasia, sebaiknya jangan disimpan di
blog.
Inilah materi
yang dapat saya tangkap pada malam ini semoga kita tetap istiqomah untuk
menulis.
Mantap tulisannya Bunda Satrianah
BalasHapus