Menguak Dapur Penerbit Mayor

 



PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI GELOMBANG 23 & 24

Pertemuan ke            : 20
Hari/tanggal              : Rabu 2 Maret 2022
Narasumber              : Edi S. Mulyanta
Moderator                 : Mulyadi
Penulis                      : Satrianah

        Alhamdulilllah malam ini kita masih dapat mengikuti kelas belajar menulis seperti biasanya. Malam ini adalah pertemuan ke 20, bagi yang mengikuti terus kelas belajar menulis ini dan membuat resume berarti dia sudah bisa menerbitkan buku solo. tetapi saya sendiri baru mengumpulkan 12 resume berarti saya masih kurang delapan resume sebab di awal-awal pertemuan saya belum menulis resume karena saya belum bisa menulis di blog. semoga saya dapat mengikuti kelas ini sampai akhir, biar saya mempunyai buku solo. Amiiin

        Istilah penerbit mayor sebenarnya mengacu pada jumlah produksi buku yang dihasilkan dalam satu tahun. Penerbit dengan jumlah terbitan di atas 200 judul per tahun dianggap sebagai penerbit skala mayor.

         Ada 4 kuadran yang digunakan oleh penerbit dalam menentukan buku tersebut layak terbit atau tidak di dasarkan pada keilmiahan dan besar market

          Kuadran yang menarik bagi penerbit adalah buku yang punya market besar, dan tentunya diimbangi dengan kualitas yang ideal walaupun cukup sulit mencari kuadran buku yang ideal.

          Kendala utama untuk terbit adalah keterbatasan modal penerbit, sehingga penerbit akhirnya memberikan syarat-syarat dan saringan untuk dapat mendapatkan naskah yang mendukung industrialisasi buku tetap berjalan.

          Penerbit biasanya akan melakukan scouting , atau pencarian tema dan penulis, dan tentunya bekerjasama dengan team riset pemasaran untuk menentukan tema apa yang masih dapat diserap pasar. Penerbit, tidak dapat mengesampingkan data pasar buku di Indonesia, sehingga data pemasaran ini sangat penting untuk memberikan arah haluan ke mana produksi buku dapat dikembangkan lebih lanjut

        Team riset pemasaran akan memberikan data awal kemana outlet yang menguntungkan, meskipun saat ini masih dalam situasi pandemi. sebuah buku?

        Penerbit mayor biasanya mempunya dana untuk memilih terbitan buku yang menjadi sasarannya, sehingga semua biaya produksi hingga pemasaran dilakukan oleh penerbit tersebut.

        Konsep dasar pembiayaan dalam penerbitan buku, adalah penerbitnya yang membiayai. Nah karena banyak tulisan yang tidak sesuai dengan misi dan visi penerbit akhirnya tidak dapat terbit. Karena banyaknya buku yang ditolak penerbit, akhirnya penerbit memberikan skema lain dalam penerbitannya. Misalnya dibiayai oleh penerbitnya sendiri, baik melalui skema dana pribadi, CSR Perusahaan, Dana Penelitian Daerah, Dana Sekolah dll.

        Trik yang dapat digunakan dan cukup mujarab adalah menulis berbarengan dengan pembiayaan gotong royong antar penulis. Banyak plus minus nya apabila menulis keroyokan, terutama angka kredit yang kecil karena dibagi beberapa penulis

        Penerbit adalah lembaga yang mencari profit, dan mempunyai idealisme dalam menerbitkan buknya sesuai dengan visi misinya. Penulis dapat mengikuti idealisme penerbit dalam menghasilkan buku yang akan dinikmati oleh pembacanya. Kirimkan usulan penerbitan buku, supaya ide Anda dapat ditangkap penerbit dan disebarluaskan ke pembaca.

        Materi  yang disampaikan pak Edi S. Mulyanta pada malam ini cukup panjang dan lebar, akan tetapi saya hanya dapat menyerap sebatas ini saja. Semoga bermanfaat....

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengelola Majalah Sekolah

BLOG SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN