MENULIS DIKALA SAKIT

 Senin, 07 Maret 2022


Pertemuan ke              : 22

Narasumber                 : Suharto, M.Pd.

Moderator                   : Dail Ma’ruf

Penulis                        : Satrianah

Alhamdulillah pada malam ini kita masih diberi kesempatan untuk belajar menulis di kelas menulis PGRI gelombang 23 dan 24. Malam ini adalah pertemuan ke 22 dengan materi “menulis dikala sakit” yang akan disampaikan oleh bapak Suharto, M.Pd. semoga kita dapat mengikuti kelas ini sampai selesai. Malam ini kita akan menyimak kisa bapak Suharto (cing Ato) yang masih mampu menulis walau dalam keadaan sakit.

Sebelum sakit pun Cing  Ato  sudah punya  1 buku solo, ya.. 2016 awal  ikut belajar menulis, 2017 ikut intens di Cipanas kenal penerbit. Tapi awalnya dari Om Jay. Lagi semanagat-semangatnya...terkena sakit hingga 1 tahun tak bisa bergerak. Apa saja persaan yang ada di hati Cing Ato Saat sakit sekian lamanya...

Tiga tahun delapan bulan Cing Ato masih berjuang untuk pulih. Cing Ato tidak tahu sudah berapa biaya yang dikeluarkan. Cing Ato hanya yakin Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya. Cing Ato  menikmati saja ujian dari Tuhan ini sambil terus menyukuri nikmat lain yang  Tuhan berikan

Sakit yang dialami Cing Ato diibaratkan seperti pembuskus permen sebagaimana kata pak Nasrullah dalam bukunya magnet rezeki. Beliau mengatakan ujian dan musibah laksana sebuah permen. Pembungkusnya adalah musibah, tetapi di balik pembungkus itu Allah  sudah sediakan berjuta kenikmatan. Maka itu, terimalah dengan ikhlas dan banyak bersyukur. Intinya dibalik segala sesuatu ada mengandung hikmah.

Subhanallah 3 tahun lebih 8 bulan.... insya allah termasuk maashoobiriin. sungguh ungkapan yang tinggi makna dan sarat hikmah

Tidak ada yang Cing Ato dapat lakukan dalam kondisi serba keterbatasan, kecuali membaca dan menulis. Dahulu menulis dengan alat tulis dan membaca harus membuka buku. Kini zaman teknologi cukup dengan gawai/smartphone kita bisa membaca dan menulis. hmmm.... tapi dengan tangan yang masih sangat terbatas gerakannya .. bagaimana Cang Ato menulis..? jika baca bisa dari youtube gantinya...

nah nulis bagaimana?

            Semua berawal dari tidak aktifnya Cing Ato karena tubuh tidak bisa bergerak selama satu tahun. Terkadang agak stres juga karena tidak ada yang dikerjakan, hanya melamun seorang diri di kamar. Sesekali saya minta televisi dihidupkan. Karena tidak bisa menekan remot televisi tidak pernah ganti channel. Lama-kelamaan boring juga.

Tetiba ada suara dari gawai istri saya yang tertinggal. Cing Ato meminta  asisten rumah tangga untuk mengambilkan dan meletakkan di atas dada saya dengan beralaskan bantal. Cing Ato mencoba menyentuh gawai, ternyata bisa tersentuh. Setelah istri pulang dari mengajar saya bertanya kepada istri dimana  gawai saya. Maklum sudah 1,6 tahun saya tidak melihat gawai. Istri pun langsung mengambilkan gawai. Saya minta dibelikan peket internet dan berganti nomor. Karena nomor yang lama sudah tidak aktif. ya Allah, untung saja punya istri dan keluarga yang juga hbt. sabar dan kuat

Dari sinilah Cing Ato melacak akun Facebooknya. Butuh waktu tiga hari baru ketemu fasword. Mulailah Cing Ato menulis dan memposting kondisinya. Dapat satu pekan menulis timbul dalam pikiran. Kenapa saya tidak menulis apa yang sedang saya alami saja. Akhirnya saya menuliskan Mulai dari saya terserang penyakit, dirawat di rumah sakit, bagaimana saya menjalani selama di rumah sakit, peristiwa-peristiwa yang terjadi selama sakit, dan saya tutup tulisan sampai kembali ke Madrasah.

Cing Ato Saya menulis sesuai kronologis yang terjadi, jadi secara berurutan. Seperti melihat sinetron berseri. Banyak apresiasi dari sahabat Dumai. Bahkan tulisan saya dinantikan dan ditunggu kehadirannya. Pembaca pun saya ajak menentukan judul artikel terakhir. Banyak yang memberikan judul artikel terakhir. Saya memilih"Kembali ke Madrasah". Kenapa kembali ke madrasah? Ya, karena saya berawal dari madrasah lalu ke rumah sakit dan tak pernah kembali selama 18 bulan.

Ketika dipertengahan jalan ada sahabat sekaligus seorang narasumber yang memberikan ilmu kepada saya ketika saya ikut pelatihan dengan  KSGN. Beliau menghubungi saya. Beliau sempat mengikuti tulisan saya. Beliau bertanya-tanya tentang tulisan yang saya tulis. Apakah saya sedang menulis kisah orang atau kisah sendiri. Karena tokoh utama saya ganti dengan kata "AKU".

Beliau langsung menghubungi saya lewat vicol. Otomatis beliau melihat kondisi yang sebenarnya. Kurus seperti tengkorak hidup, suara tidak jelas, selang NGT masih menempel di hidung, selang ventilator masih menempel di leher. Beliau terharu dan mencoba melacak tulisan saya dari awal. Baru seperempat jalan beliau tidak sanggup lagi membacanya.

Seminggu berselang Om Jay menghubungi saya lewat vicol. Beliau pun terharu tetapi beliau salut dan mengapresiasi tulisan saya. Dari sinilah Om Jay mengajak saya untuk ikutan pelatihan menulis. Saya pun ikut walau terkadang tubuh ini tak mampu mengikuti. Alhamdulillah, karena lewat WhatsApp, materinya bisa saya baca di siang hari. Selanjutnya materi tersebut saya simpan di blog lalu saya jadikan sebuah buku "Belajar Tak Bertepi"

Dari mengikuti pelatihan menulis gelombang 8, setidaknya memperkaya tulisan saya. Dan tulisan saya semakin hidup. Karena semua benda  yang ada disekitar ruang rumah sakit saya ikut sertakan dan saya visualisasikan seperti suatu yang bernyawa. Kalau kata Om Budiman salah satu narasumber pelatihan ini. Disebut dengan istilah CERPENTING (cerita pendek tidak penting). Bisa bapak dan ibu baca di buku saya. Kalau Bapak dan ibu baca. Saya yakin langsung bisa nulis buku cerita hari itu juga. Hahaha....

Buku tersebut  diberi judul"GBS Menyerangku" kisah nyata seorang guru bergulat dengan penyakit langka dengan menulis. Alhamdulillah, setelah jadi buku banyak yang berminat hingga kini.

Karena menulis setiap hari maka ratusan artikel sudah miliki Cing Ato. Saya simpan di Facebook dan blogspot. Dari artikel inilah saya jadikan buku kedua ketika sakit. Yaitu, Menuju Pribadi Unggul. Untuk memperindah tulisan dibuku, Cing Ato berguru dan langsung dibimbing oleh bapak Akbar Zaenudin. Setelah jadi beliau menyarankan untuk mencoba dikirim ke penerbit mayor. Cing Ato tidak bersedia, karena terlalu lama menunggu diterima atau tidaknya. 2/3 tulisan di blog belum saya  bukukan lagi hingga sekarang. Karena saya menulis bentuk buku yang lain.

Karya- karya Cing Ato:

1. Mengejar Azan (dua bulan sebelum sakit) 2018

2. GBS Menyerangku 2020

3. Menuju Pribadi Unggul2020

4. Kompilasi kisah inspiratif 2021

5. Belajar tak bertepi 2021

6. Aisyeh Menunggu cinta (Roman Betawi)2021

7. Menepis kesulitan menulis 2021

8. Gadis pemikat (cerpen) 2022

9. Kado khusus sang bintang (motivasi belajar)2022

10. Lentera Ramadan 2022

Sedang digarap

11. Catatan harian guru blogger madrasah

12. Cing Ato Belajar pantun

13. Cing Ato Belajar puisi

14. Menulis dikala Sakit.

Motivasi menulis menurut Cing Ato:

1.      Menambah amal soleh,

2.      Bisa naik pangkat.

3.       Untuk kebanggaan/ motivasi.

4.      Mengabadikan ilmu biar tak hilang.

5.      Inspirasi

 

Tidak berhenti dibidang menulis saja, Cing Ato pun merambah ke bidang desain cover buku, flayer, layout buku. Di samping ikut pelatihan menulis saya juga mengikuti pelatihan desain cover lewat canva secara berbayar. Alhamdulillah, setidaknya saya bisa membuat cover buku sendiri.

 

Cing Ato juga banyak membantu teman-teman  untuk membuat cover bukunya dengan gratis..tis...tis. juga dipercaya untuk membantu membuat desain cover buku dan flayer di Penerbit YPTD. Sekali lagi gratis..tis...tis...Cing Ato siap membantu bapak dan ibu untuk membuatkan cover pada pelatihan ini. Silahkan kirim judul dan sinopsisnya. Cukup dengan gawai melalui aplikasi canva langsung jadi. Kalau mau belajar otodidak silahkan lihat di yuotube saya. Chanel "Suharto MTsN 5 Jakarta"

 

Kata siapa menulis itu mudah. Menulis itu sulit. Mereka yang bilang mudah karena mereka sudah punya pengalaman. Yang sering menulis saja terkadang masih mengalami kesulitan dalam menulis. Apalagi bagi pemula.

 

Tanya kalau tidak percaya kepada teman-teman yang belum pernah menulis. Atau ajak mereka menulis. Pasti mereka bilang saya tidak bisa menulis, saya tidak berbakat, saya bingung menulis apa, dan sejumlah lontaran alasan yang pasti di dapat.

    Cing Ato juga dulu pernah seperti itu, tapi saya tidak diam saja. Saya berusaha untuk tahu rahasia menulis. Maka itu, saya mencari pelatihan menulis. Bertemulah saya dengan pria gempal lalu bertanya kepadanya dan pertanyaan saya dianggap bagus sehingga mendapatkan hadiah dari beliau. Nah lihat saja siapa pria gempal itu.

Pertanyaannya sederhana sekali."pak saya bingung untuk menulis, bagaimana cara untuk mengawalinya dan mengakhirinya? Terus apa yang saya harus tulis? Ya, begitulah di antara bunyi pertanyaannya.

 

Beliau menjawab.

1. Tulis apa yang kita bisa dan kuasai

2. Tulis apa yang pernah kita alami dan rasakan.

3. Tulis apa yang ada di sekitar kita.

4. Gunakan bahasa yang sederhana yang terpenting pesan tersampaikan.

5. Dll

 

Setelah saya ketemu kuncinya. Saya awali menulis apa yang pernah saya alami dan rasakan. Saya tulislah buku memori tentang  menuntut ilmu dari sejak tingkat SD sampai menjadi guru ASN di kementerian agama. Jadilah buku "Mengejar Azan" dan "GBS Menyerangku"

Jadi ketika orang tidak bisa menulis, karena belum mendapatkan kuncinya. Jika sudah mendapatkan, maka dengan kunci itu dia akan mudah berselancar mengarungi bahtera literasi.

 Kisah Cing Ato sangat menginspirasi. Semoga kita dapat memetic hikmahnya.




Komentar

  1. Warna tulisannya sangat jelas mudah dibaca tanpa merana

    BalasHapus
  2. Yang penting ketemu kuncinya ya Bu,jd mudah semua urusan. Mantul,Bun....informatif dan komunikatif...lanjut buku solo,Bun.

    BalasHapus
  3. Smg kita bisa memetik hikmah dari cerita cing ato dan buku solo dmsegera terbit ya Bun

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengelola Majalah Sekolah

BLOG SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN